{"id":1273,"date":"2020-04-07T06:27:42","date_gmt":"2020-04-07T06:27:42","guid":{"rendered":"http:\/\/kopigrafika.com\/?p=1273"},"modified":"2020-04-07T06:32:33","modified_gmt":"2020-04-07T06:32:33","slug":"laminasi-dengan-sistem-thermal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kopigrafika.com\/?p=1273","title":{"rendered":"Laminasi Dengan Sistem Thermal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laminasi merupakan proses purna cetak. Penggunaan laminasi\nbertujuan untuk melindungi produk cetak&nbsp;\ndari pengaruh cuaca, air atau terpaan panas matahari sehingga lebih\nawet. Selain itu, laminasi juga berfungsi untuk memberi&nbsp; kesan artistik (glossy atau dob) pada produk\ncetak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses laminasi dapat dilakukan dengan 2&nbsp; bentuk lapisan plastik, yaitu : (1) dengan\nlapisan plastik&nbsp; berbentuk sudut \/envelop\n\/ pouch dan (2) dengan lapisan plastik&nbsp;\nberbentuk gulungan (roll).&nbsp;\nDemikian juga dengan metode pengerjaannya dapat dilakukan dengan dua\nsistem, yaitu (1) sistem panas (thermal) dan sistem dingin (cold). Sedangkan\njenis laminasi&nbsp; dibedakan menjadi dua,\nyaitu (1) gloss dan (2) dob. Laminasi gloss memberikan kesan mengkilap,\nsedangkan laminasi dob memberi kesan redup\/teduh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilihat dari produk yang dihasilkan, laminasi dapat\ndibedakan menjadi 2, yaitu laminasi kaku dan laminasi lentur. Laminasi kaku\numumnya dikerjakan pelaku jasa fotokopi&nbsp;\nskala kecil untuk melaminasi produk cetak berharga seperti&nbsp;&nbsp; ijasah, sertifikat, piagam&nbsp; dan lain-lain. Sedangkan laminasi lentur\numumnya dikerjakan percetakan skala besar&nbsp;\nuntuk produk cetak&nbsp; berjumlah\nbesar, seperti :&nbsp; etiket, dus roti,\nleaflet, poster, undangan dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laminasi Thermal<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laminasi thermal dilakukan untuk menempelkan plastik pada\nproduk cetak. Proses ini dapat dilakukan dengan 2 metoda,&nbsp; yaitu dengan menggunakan plastik yang sudah\nmengandung lem dan dengan plastik yang belum mengandung lem. Proses penempelan\nplastik yang mengandung lem pada produk cetak&nbsp;\ndilakukan pada suhu 100oC. Tetapi, beberapa jenis&nbsp; plastik memerlukan pemanasan di atas suhu\n100oC. Meskipun demikian, penyetelan suhu pada mesin laminasi dianjurkan tidak\nlebih dari 120oC karena jika lebih dapat memperpendek masa pakai rol karet\nsilikon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan proses laminasi dengan menggunakan plastik yang\nbelum mengandung lem, selain dengan sistem thermal juga dapat dilakukan dengan\npenggunaan solvent (cairan kimia) sebagai media perekat. Metoda solvent jarang\ndigunakan di Indonesia karena kurang ramah lingkungan&nbsp; (menimbulkan bau yang&nbsp; cukup menyengat).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktur Mesin dan Prinsip Kerja<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktus mesin dan prinsip kerja sangat beragam, sebagaimana\nsekarang telah ditemukan banyak jenis mesin laminasi di pasaran. Namun secara\numum dengan tanpa menyebutkan jenis dan merek persyaratan teknis yang harus\ndipenuhi agar ketahanan dan produktivitas mesin tercapai, antara lain: suhu\nruangan antara 15oC \u2013 40oC, ruangan bebas debu, kelembaban udara&nbsp; antara 20 \u2013 80 %, sirkulasi udara ruangan\nbaik, dan landasan\/lantai kerja datar serta kokoh.Mesin laminasi membutuhkan\npower listrik 220 VAC1 phasa 8 Ampere. Demikian juga dengan tahapan&nbsp; penyetelan mesin laminasi secara umum adalah\nsebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">a. Pemasangan&nbsp; roll\nplastik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Masukkan roll plastik dengan sisi coating lem menghadap\nke bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Kencangkan penjepit core.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Stel tingkat kekencangan rem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Pasang pisau perforator dengan jarak 1 mm dari pinggir\nplastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Pasang pisau perforasi&nbsp;\njika diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. Pasang plastik ke penyangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">b. Pemasangan roll plastik ke mesin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Masukkan plastik sesuai arah yang ditunjukkan pada gambar\nA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Jika pada kertas tipis hasilnya terlalu melengkung, arah\nplastik dapat diubah seperti ditunjukkan pada gambar B.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">c. Pemasangan kertas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Naikkan&nbsp; selembar\nkertas yang akan dilaminasi ke atas conveyor. Geser sisi register OS kemudian\ngeser register GS sampai mendekati pinggir kertas (sisakan jarak 2 mm).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Geser register untuk menyesuaikan lebar kertas dengan\nplastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">d. Penyetelan tekanan roll press heater<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Tekan gagang penekan sebelah kiri dengan tangan kiri dan\nputar baut sampai roll heater menyentuh roll bawah, kemudian lakukan hal yang\nsama pada gagang penekan sebelah kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Tambah putaran baut apabila diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Tekanan roll pada kedua sisi harus seimbang agar kertas\nberjalan&nbsp; lurus. Jika tidak seimbang&nbsp;&nbsp; akan menyebabkan&nbsp; jalan kertas miring. Agar tekanan pada kedua\nsisi seimbang dilakukan&nbsp; dengan cara\nmengurangi atau menambah tekanan sehingga sama pada sisi kiri dan kanan .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">e. Penyetelan tekanan roll press puller<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekanan roll puller distel dengan cara menurunkan gagang\npenekan roll puller.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">f. Penyetelan suhu roll heater<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Suhu kerja distel pada 100Oc, maksimal 120oC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Untuk mengatur suhu, buka tutup panel digital dan tekan\ntombol atas untuk menaikkan&nbsp; atau tombol\nbawah untuk menurunkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Tekan tombol run. Dalam keadaan stop, heater tidak dapat\ndipanaskan. Putar potensio ke posisi nol (mesin dalam kondisi tidak bekerja).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">g. Penyetelan speed (kecepatan) mesin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Kecepatan mesin diatur dengan potensio meter&nbsp; yang terdapat pada&nbsp; control panel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Pada kondisi tertentu diperlukan pengaturan suhu dan\nkecepatan mesin yang berimbang, terutama saat mesin digunakan untuk melaminasi\nbahan\/kertas yang tebal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">h. Penyetelan pisau perforator<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Pisau perforator digunakan untuk&nbsp; memisahkan hasil laminasi. Produk yang akan\ndilaminasi dipasang dengan posisi +\/- 2 mm dari pinggir plastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Tambahkan bandul (pemberat) apabila&nbsp; proses&nbsp;\npemutusan plastik agak sulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Angkat pisau sampai terkunci jika tidak digunakan dan\nturunkan kembali&nbsp; jika hendak digunakan\ndengan cara menarik tombol plastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">i. Penyetelan pisau slitter<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Pisau slitter hanya digunakan jika ukuran plastik lebih\nlebar daripada kertas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Putar excentic untuk mengatur kedalaman pisau potong,\nusahakan untuk selalu menyetel kedalaman pisau hanya untuk memotong dua sampai\ntiga lapis plastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Angkat pisau sampai terkunci jika tidak digunakan dan\npasang tutup plastik pengaman untuk menghindari kecelakaan. Untuk menurunkan\nkembali , tarik tombol plastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">j. Penggantian roll karet heater<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Melepaskan roll karet<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Matikan power mesin\ndan cabut kabel dari stecker.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211; Buka cover mesin kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Lepaskan kabel\nlistrik dari lampu IR (heater)kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Lepaskan pengunci\nlampu IR dan keluarkan lampu IR dari roll karet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211; Lepaskan holder bearing&nbsp;\nyang terletak di sebelah control panel (holder bearing di sebelah gigi\ntidak perlu dilepas). Tarik roll karet ke arah control panel, angkat dan\nmiringkan ke arah gigi kemudian keluarkan roll karetnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Memasang roll karet<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211; Masukkan roll karet baru dengan cara memiringkan roll dan\nmasukkan ke lubang yang ada di sebelah control panel, kemudian geser ke kanan\ndan pasang ujung roll ke bearing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Pasang kembali\nholder bearing di sebelah control panel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Masukkan lampu IR\ndan pasang kembali penguncinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Pasang kembali\nkabel lampu IR kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;&nbsp; Tekan roll karet\ndengan roll bawah, stel tekanan \/ press di belakang mesin dan periksa sensor\npanas. Pastikan sensor menempel ke as roll,&nbsp;\nsensor&nbsp; tidak akan bekerja dengan\nbaik jika tidak menempel\/kendur dan dapat&nbsp;\nmenyebabkan over heating sehingga merusak roll karet. @ Print Media 58<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laminasi merupakan proses purna cetak. Penggunaan laminasi bertujuan untuk melindungi produk cetak&nbsp; dari pengaruh cuaca, air atau terpaan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[141],"tags":[],"class_list":["post-1273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-post-press"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"thumbnail":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok-300x202.jpg",300,202,true],"medium_large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"1536x1536":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"2048x2048":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"morenews-large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",600,404,false],"morenews-medium":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/laminating-3-ok.jpg",590,397,false]},"author_info":{"info":["admin"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/kopigrafika.com\/?cat=141\" rel=\"category\">Post Press<\/a>","tag_info":"Post Press","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1275,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1273\/revisions\/1275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}