{"id":1215,"date":"2020-03-29T12:47:39","date_gmt":"2020-03-29T12:47:39","guid":{"rendered":"http:\/\/kopigrafika.com\/?p=1215"},"modified":"2020-03-29T12:47:41","modified_gmt":"2020-03-29T12:47:41","slug":"kertas-kemasan-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kopigrafika.com\/?p=1215","title":{"rendered":"KERTAS Kemasan dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seiring dengan laju perekonomian negara-negara maju mendorong setiap individu mengubah gaya hidup dan aktivitas \u00a0sehari-hari mereka, terutama di kota-kota besar. Sebagai contoh pada aktivitas \u00a0sarapan pagi, \u00a0biasanya dilakukan di rumah sebelum berangkat ke tempat kerja. Tetapi, semakin padatnya lalu lintas menyebabkan waktu tempuh ke tempat kerja menjadi lebih lama. Hal ini memaksa mereka \u00a0untuk \u00a0\u00a0berangkat lebih pagi sehingga menghilangkan waktu aktivitas sarapan pagi di rumah. Akibatnya,\u00a0 \u00a0banyak yang melakukan aktivitas sarapan pagi dengan cara membeli makanan, terutama makanan siap saji\/fast food, \u00a0dan langsung memakannya dalam \u00a0perjalanan menuju kantor. Sehingga, \u00a0saat ini sarapan pagi dengan menu fast food sudah menjadi budaya sebagian besar warga \u00a0kota metropolitan. Fast food pada umumnya menggunakan \u00a0kemasan yang mudah dan nyaman \u00a0dibawa ke mana-mana. Hal ini menyebabkan meningkatnya penggunaan kemasan. Meningkatnya penggunaan kemasan juga dipicu oleh \u00a0menjamurnya pasar swalayan yang lebih banyak menggunakan kemasan sintetis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis-jenis kemasan yang\ndigunakan sangat bervariasi. Kemasan yang saat ini banyak beredar &nbsp;di pasaran\nadalah kemasan dengan &nbsp;material kemasan fleksibel. Hal ini disebabkan\nharga material &nbsp;&nbsp;kemasan fleksibel jauh lebih murah dibandingkan\ndengan material kemasan kaku atau rigid, baik berbahan plastik maupun metal. Selain lebih murah, material kemasan fleksibel juga lebih ringan dibandingkan\ndengan jenis material kemasan lainnya, yang &nbsp;berimbas pada lebih rendahnya biaya\ntransportasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemasan fleksibel dapat\ndicetak dengan lebih dari 6 (enam) warna sehingga dapat menambah nilai\njual&nbsp; produk yang\ndikemasnya. Penggunaan kemasan\nfleksibel saat ini tidak terbatas pada\nproduk-produk makanan dan minuman, &nbsp;tetapi sudah merambah pada industri\nobat-obatan meski masih terbatas. Obat-obatan menggunakan kemasan fleksibel dengan &nbsp;kombinasi\nsusunan jenis-jenis material yang dapat menjamin &nbsp;kualitas\nobat-obatan tetap terjaga hingga beberapa tahun\nlamanya. Jenis-jenis &nbsp;material dimaksud adalah material dengan kategori \u201cbarrier material\u201d yang &nbsp;memiliki\nkarakteristik khusus, yaitu dapat menahan kandungan\ngas yang ada di dalam kemasan seperti Oksigen (O2) dan &nbsp;CO2, agar tidak keluar dari kemasan ataupun sebaliknya zat-zat\ngas dari &nbsp;luar\ntidak dapat masuk ke dalam kemasan sehingga produk\nmakanan, minuman atau obat-obatan terjaga kualitasnya sampai dengan\nmasa kadaluwarsanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Barrier material umumnya &nbsp;tidak hanya mampu mencegah keluar masuknya gas, &nbsp;tetapi juga mampu mempertahankan aroma produk\nsehingga aroma khas produk tidak hilang dalam proses distribusi dan\ntransportasi. Sebelum digunakan &nbsp;&nbsp;material ini diuji\nlebih dahulu dengan metode pengujian O2TR (Oksigen Transfer\nRate). Faktor lain yang harus diperhatikan dalam pemilihan\njenis material kemasan &nbsp;adalah kemampuan mempertahankan\nkandungan\/kadar air produk yang\ndikemasnya selama &nbsp;proses penyimpanan dan distribusi. Kandungan air suatu produk dapat berubah akibat pengaruh kelembaban udara\nyang tinggi di sekitarnya. &nbsp;Contoh-contoh produk yang sensitive terhadap\nkelembaban udara antara\nlain: keripik singkong, keripik tempe, &nbsp;dan obat-obatan dalam bentuk\ntablet. Produk-produk lain &nbsp;yang dapat\nrusak atau berubah bentuk apabila disimpan terlalu lama di area dengan &nbsp;kelembaban agak\ntinggi seperti di Indonesia adalah:\nharddisk, spare part\nmotor atau mobil yang berbahan baku bukan stainless steel. Beberapa aplikasi khusus diterapkan pada kemasan dengan material\nfleksibel agar kualitas produk tetap terjaga, antara lain &nbsp;penggunaan plastik fleksibel dengan nilai statik rendah untuk mengemas harddisk agar tidak\nmerusak harddisk akibat &nbsp;kenaikan elektrik static dari\nplastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada perkembangan selanjutnya, &nbsp;kemasan\nbukan saja menjadi kebutuhan industri akan tetapi berperan sebagai nilai tambah\nsuatu produk ekonomi. Daya saing produk di pasaran\ndapat ditingkatkan dengan penggunaan kemasan &nbsp;yang innovative dan komunikatif. Jadi, fungsi kemasan tidak terbatas\nsebagai &nbsp;pelindung produk, &nbsp;tetapi juga sebagai sarana\nkomunikasi produsen kepada konsumen. Melalui kemasan,\nkonsumen dapat mengetahui semua informasi mengenai produk yang\nada di dalamnya, terutama\nuntuk produk makanan, minuman dan obat-obatan.&nbsp;\nPada kemasan makanan dan minuman dicantumkan&nbsp; berbagai macam informasi yang memungkinkan\nkonsumen untuk memilih produk mana yang sesuai untuk konsumsi mereka, seperti komposisi bahan, kandungan gizi dan\njumlah kalori produk.&nbsp; Pada kemasan\nobat selain komposisi, indikasi dan aturan penggunaan juga\ndicantumkan kontra indikasi yang\nmenginformasikan bahwa produk tersebut mengandung bahan-bahan atau zat khusus yang dapat memicu timbulnya\nreaksi alergi atau gangguan terhadap organ lain\npada pengguna yang sensitif terhadap zat tersebut. Pada kemasan obat juga dicantumkan tanda\nkhusus yang menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung\nbahan baku yang sudah diubah secara genetical,\nsehingga berpengaruh terhadap tata cara penjualan obat, yaitu &nbsp;dijual bebas, dijual bebas terbatas atau hanya\ndapat dibeli dengan menyertakan&nbsp; resep\ndokter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tahapan Penentuan Kemasan <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menentukan material dan\ntipe kemasan yang sesuai dengan produk perlu dilakukan beberapa tahapan kinerja\nagar produk dapat diterima konsumen dan memberikan kontribusi dalam hal\nkenaikan volume penjualan produk. Kemasan\nyang digunakan dibagi dalam dua kategori yaitu kemasan primer dan kemasan\nsekunder. Kemasan\nprimer adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk, sedangkan kemasan sekunder berfungsi sebagai pelindung dalam proses handling\ndan transportasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemasan primer biasanya menggunakan &nbsp;material yang disesuaikan&nbsp; dengan karakteristik produk yang akan dikemas\nseperti produk cairan atau produk dalam bentuk padat. Kondisi\npenyimpanan produk merupakan faktor penting dalam penentuan tipe dan jenis\nmaterial yang akan digunakan. Di samping itu, proses\ndan tempat distribusi produk juga menentukan tipe dan jenis material kemasan\nyang akan digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tipe Kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah proses pengembangan\nsuatu produk selesai, &nbsp;langkah selanjutnya yang\nharus dilakukan produsen &nbsp;adalah menentukan tipe kemasan untuk produk\ntersebut. Ada berbagai tipe kemasan, seperti: botol, gelas, folding box, stand up pouch atau polybag. Tipe kemasan\nditentukan oleh karakteristik produk yang akan dikemas dan bagaimana produk\ntersebut akan dipasarkan. Produk dalam bentuk cairan dikemas berbeda dengan\nproduk berbentuk padat atau bentuk bubuk. Selain itu,\ntipe kemasan produk yang dijual di pasar\ntradisional dikemas berbeda dengan produk yang dijual di\npasar modern. Berat produk juga menentukan tipe\nkemasan yang digunakan. Produk\ndengan berat di bawah 50 gram biasanya dikemas dalam\nbentuk saset, sedangkan produk\ndengan berat &nbsp;lebih dari 50\ngram akan dikemas dalam bentuk polybag. Hal ini &nbsp;&nbsp;untuk memudahkan &nbsp;proses pengemasan dan\nmerespon &nbsp;perilaku\nkonsumen yang menginginkan produk dalam porsi kecil. Produk\nberbentuk cairan\numumnya &nbsp;dikemas menggunakan botol dari bahan polymer dengan tujuan untuk memberi &nbsp;&nbsp;kenyamanan kepada\n&nbsp;konsumen saat &nbsp;mengkonsumsi produk tersebut. Sedangkan produk-produk\nbubuk atau padat dikemas menggunakan kemasan dengan\ntipe polybag. Beberapa produk menggunakan kemasan khusus\nseperti kemasan blister, kemasan vakum ataupun kemasan MAP (Modified Atmosphere\nPackaging). Seluruh tipe kemasan tersebut dirancang demi kenyamanan dan\nkepuasan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Material Kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah penentuan tipe kemasan\ndilakukan dan disetujui oleh pihak marketing,\nlangkah selanjutnya adalah menentukan jenis material kemasan yang akan\ndigunakan. Penentuan\njenis material kemasan primer biasanya mengacu pada beberapa faktor terkait\ndengan kualitas produk yang akan dipasarkan. Untuk produk-produk yang langsung &nbsp;dikonsumsi,\nfaktor paling dominan dalam menentukan jenis material kemasan adalah masa\nkadaluwarsa produk tersebut. Karena, &nbsp;salah satu fungsi dari material kemasan adalah\nmemperbaiki kualitas kemasan agar kualitas produk terjaga\nsampai masa kadaluwarsa yang telah ditentukan.\nSedangkan untuk produk yang tidak dikonsumsi, faktor\npaling dominan dalam penentuan material kemasan adalah faktor estetika dan kemampuan mempertahankan fungsi produk agar tetap\nterjaga dengan baik. Pada tahap awal,&nbsp; penentuan jenis material kemasan\ndilakukan berdasarkan pada analisa teoretis. Tahap\nselanjutnya adalah melakukan &nbsp;evaluasi pada kondisi riil pada saat proses penyimpanan dan proses distribusi. Hasil\nevaluasi mencakup kualitas produk dan perubahan visual dari produk yang dikemas\ndengan melakukan perbandingan dari berbagai jenis material kemasan yang\ndigunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Des<\/strong><strong>ai<\/strong><strong>n Kemasan dan Atribut Kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemasan berfungsi untuk &nbsp;menjaga\nkualitas produk selama proses penyimpanan dan proses distribusi serta &nbsp;sebagai sarana &nbsp;marketing agar\nkonsumen tertarik pada produk yang dikemasnya. Oleh karena itu,\nkemasan harus mempunyai desain menarik sehingga konsumen akan\nlangsung mengenali produk dari warna dan desain\nkemasannya. Saat ini banyak &nbsp;kemasan didesain dengan jumlah\nwarna &nbsp;lebih dari 6,\nbahkan &nbsp;ada yang &nbsp;dicetak dengan\n7 \u2013 9 warna. Tujuan kemasan didesain dengan banyak warna adalah agar\nmenarik. Selain itu, &nbsp;desain &nbsp;kemasan dengan 7- 9 warna sangat sulit untuk\ndipalsukan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemalsuan produk yang belakangan ini marak terjadi, sangat\nmerugikan produsen dan konsumen. Untuk\nmelindungi kepentingannya dan melindungi &nbsp;hak konsumen, produsen selalu berusaha membuat\nkemasan dengan desain dan warna unik\nagar &nbsp;tidak mudah dipalsukan. Pada desain\nkemasan wajib dicantumkan&nbsp; atribut\ntertentu untuk &nbsp;meningkatkan\ndaya jual produk dan melindungi keamanan konsumen, seperti logo Halal dan kode MD untuk &nbsp;makanan dan minuman produk\nlokal ataupun kode ML untuk produk makanan dan minuman yang diimpor.\nSedangkan produk-produk elektronik, onderdil, perlengkapan komputer harus disertai &nbsp;logo SNI agar konsumen\ndapat mengetahui barang yang dibelinya &nbsp;sudah melalui tes uji\nkualitas &nbsp;dari SNI. Pada\nkemasan makanan juga dicantumkan &nbsp;informasi nutrisi sebagai acuan konsumen untuk &nbsp;mengetahui &nbsp;kandungan nutrisi &nbsp;di dalam\nmakanan maupun minuman yang dibelinya. Melalui kemasan, produsen berusaha memberikan informasi selengkap mungkin mengenai kondisi \/ cara\n&nbsp;penyimpanan, penanganan produk\ndan hal-hal lain yang berkaitan dengan upaya menjaga &nbsp;kualitas produk itu sendiri. Upaya-upaya itu dilakukan agar produk sampai ke tangan konsumen dalam\nkeadaan baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Komposisi Material Kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan pembuat material\nkemasan didominasi oleh &nbsp;bahan polymer dan &nbsp;kertas. Bahan polymer banyak &nbsp;digunakan untuk kemasan yang &nbsp;langsung bersentuhan dengan\nproduk karena lebih murah dan memiliki\nkualitas \/ sifat visual yang lebih baik\ndibandingkan kertas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Material kemasan primer berbahan baku &nbsp;polymer umumnya\nterbagi atas dua material utama dengan spesifikasi yang berbeda. &nbsp;Salah satu material memiliki titik leleh tinggi (lebih dari\n140 derajat Celsius) dan tegangan permukaan yang tinggi juga (lebih dari 35 dyne), sehingga material ini dapat dicetak dan dilaminasi\ndengan mudah. Sedangkan material lainnya adalah material perekat yang memiliki\nspesifikasi dengan titik leleh rendah (di bawah 120 derajat Celsius) dan &nbsp;memiliki\ntegangan permukaan yang rendah (kurang dari 30 dyne). Banyak produsen\nmenggunakan kombinasi material seperti itu &nbsp;untuk mendapatkan kemasan yang mempunyai\nkarakter khusus, seperti tidak tembus sinar UV, anti static dan &nbsp;karakter-karakter lainnya. Untuk kemasan\nmakanan, minuman dan obat-obatan harus menggunakan material polymer \u201dfoodgrade\u201d\nyang berarti &nbsp;material\ntersebut tidak mengandung bahan daur ulang dan biasanya ditandai\nlogo sendok dan garpu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis kemasan kertas terbagi dua, \u00a0yang \u00a0berbahan baku serat tumbuhan dan yang berbahan baku \u00a0kertas daur ulang. Jenis kemasan kertas \u00a0yang menggunakan bahan baku daur ulang biasanya digunakan untuk membuat carton box ataupun folding box. Sedangkan kemasan kertas berbahan baku \u00a0serat tumbuhan \u00a0biasanya digunakan untuk mengemas makanan yang memiliki \u00a0masa kadaluwarsa tidak lama, seperti \u00a0kemasan fast food yang banyak digunakan perusahaan waralaba. <strong>Oleh : <em>Dipl.- Ing. (FH) Mochamad Rofik<\/em><\/strong> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seiring dengan laju perekonomian negara-negara maju mendorong setiap individu mengubah gaya hidup dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1216,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[135,136],"class_list":["post-1215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kemasan","tag-packaging"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",696,436,false],"thumbnail":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan-300x188.jpg",300,188,true],"medium_large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",640,401,false],"large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",640,401,false],"1536x1536":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",696,436,false],"2048x2048":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",696,436,false],"morenews-large":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",696,436,false],"morenews-medium":["https:\/\/kopigrafika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kertas-kemasan.jpg",590,370,false]},"author_info":{"info":["admin"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/kopigrafika.com\/?cat=1\" rel=\"category\">News<\/a>","tag_info":"News","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1217,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1215\/revisions\/1217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopigrafika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}